Strike a pose — your shot lands straight on the front page.
#MENUJUINDONESIABANGKRUT KARENA MBG
Kami datang tanpa senjata. Tak membawa laras yang menganga, tak menyelipkan peluru di saku celana, tak menyusun strategi untuk merebut kuasa. Kami hanya mengenakan almamater semata, selembar kain yang menjelma cita-cita, yang dijahit dari uang orang tua, dan mimpi-mimpi tentang negeri yang lebih manusia. Kami datang dengan poster yang mulai pudar warnanya, dengan tenggorokan yang serak karena bertanya, dengan kaki yang rela menempuh panas kota, demi satu harapan sederhana, didengar suaranya.
Bukankah kami seharusnya disambut dengan tawa? Dengan ruang dialog yang terbuka? Dengan tangan yang mengajak berbicara? Bukan dengan pagar besi yang ditinggikan berkali-kali lipatnya. Sebab kami bukan musuh negara. Kita lahir dari rahim yang sama, menghirup udara yang sama, dan tumbuh dari tanah yang sama. Kalau kami berdiri di jalan raya, itu karena terlalu banyak pintu yang terkunci rapat adanya. Kalau suara kami meninggi nadanya, itu karena terlalu lama jawaban disimpan dalam sunyi yang sengaja dipelihara. Maka dengarkanlah, sebelum sunyi itu tumbuh menjadi sesuatu yang tak lagi bisa kalian redam.